Tips dan Cara Mengatasi Perilaku Agresif dan Hiperaktif Agar Kreatif

Tips dan Cara Mengatasi Perilaku Agresif dan Hiperaktif Agar Kreatif

Anak agresif merupakan anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata namun tidak diimbangi dengan sikap yang cukup menyenangkan. Anak yang agresif biasanya akan memiliki tingkah laku yang sangat lincah, suka meminta perhatian orang lain dengan cara mengganggu, kasar secara fisik maupun lisan, serta egois.

Biasanya masyarakat umum menyebut anak agresif dengan sebutan “anak nakal”. Namun, dari sudut pandang ilmu psikologi sebutan atau cap “anak nakal” bukanlah sebuah interpretasi yang baik, sebutan ini hanya akan memberikan kontribusi negatif bagi perkembangan perilaku anak.

Nah, bagi anda yang memiliki anak dengan karakter anak agresif dan hiperaktif berikut akan kami jelaskan mengenai cara membantu anak belajar dan mengembangkan perilak agresif agar bisa berkreasi se-kreatif mungkin.

Tips Mengatasi Anak Agresif Agar Kreatif

Tips dan Cara Mengatasi Perilaku Agresif dan Hiperaktif Agar Kreatif

Source: pixabay.com

Berikut beberapa tips mengatasi anak agresif agar bisa lebih kreatif.

  • Melatih Konsentrasi Anak

Daya tangkap anak agresif dalam proses belajar-mengajar sangat luar biasa cepat, sehingga sebenarnya tidak akan banyak kesulitan untuk mendidik anak agresif menerima suatu pelajaran. Kendala mereka terletak pada masalah konsentrasi, anak agresif sangat mudah membagi-bagi perhatian terhadap hal-hal yang dianggap mereka menarik.

Karenanya langkah awal yang perlu dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak belajar dengan terlebih dahulu melatih konsentrasi mereka. Untuk melatih konsentrasi anak terhadap sesuatu ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya adalah dengan melatih disiplin waktu, melatih disiplin terhadap fokus perhatian, dan melatih disiplin terhadap jadwal kegiatan.

Baca juga: Beberapa Cara Yang Efektif Dalam Mengajarkan Anak Membaca ABC

  • Melatih Kedisiplinan

Ajarkan anak Anda untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan waktu, tempat dan jadwal kegiatan. Berilah mereka daftar kegiatan yang harus dikerjakan selama jangka waktu tertentu. Buat perjanjian tertulis dengan mereka mengenai aturan main pelaksanaan kegiatan tersebut. Jangan lupa hadiah dan hukuman termasuk dalam aturan main tersebut.

Cara ini akan melatih disiplin anak, melatih tanggung jawab, dan pada akhirnya melatih konsentrasi mereka lebih terfokus dan terarah.

Cara Membimbing Anak Agresif Agar Penuh Kreasi

Cara Membimbing Anak Agresif Agar Penuh Kreasi

Source: pixabay.com

Setiap orang tua memiliki kewajiban mutlak untuk mendidik buah hatinya menjadi pribadi yang ideal. Hal ini salah satunya dapat dilakukan dengan membantu anak-anak belajar mengenal karakter diri dan lingkungan sekitarnya. Dengan cara yang seperti itu, secara otomatis setiap anak akan terbiasa beradaptasi dengan situasi apapun serta menghadapi berbagai persoalan yang menghampirinya.

Dalam hal ini, orang tua juga diharapkan dapat melatih disiplin anak dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik yang teratur. Dengan begitu, sikap disiplin pada setiap anak akan muncul dengan seiringnya waktu. Hal itu terjadi karena, pada usia anak-anak terjadi fase perkembangan manusia dan fase inilah yang memudahkan proses pembentukan disiplin anak.

Persoalannya, sering kali orang tua menemui karakter-karakter yang unik pada anak, salah satunya anak dengan sifat agresif. Dalam istilah psikologi, anak agresif dapat diartikan memiliki perilaku yang cenderung agresif dalam arti negatif, yakni suka menyerang, melakukan hal yang di luar kendali, bahkan terkadang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Pada umumnya, anak agresif sulit beradaptasi dengan lingkungannya. Namun di sisi lain, anak agresif kerap memiliki kemampuan/ kreatifitas yang besar dan tingkat kecerdasan yang tinggi.

Oleh karena itu, perilaku pada anak agresif harus mendapat perhatian ekstra. Paling tidak, orang tua dapat mendidik anak agresif melalui cara-cara penanganan yang tepat agar dapat mengembangkan perilaku agresif tersebut menjadi sesuatu yang justru menguntungkan bagi anak.

Orang tua harus pintar-pintar menelusuri kegemaran dan kemampuan yang dimiliki anak agresif tersebut sehingga dapat mengembangkannya melalui berbagai wadah yang tersedia.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan para orang tua ialah cara memperlakukan anak agresif. Pada umumnya, anak agresif cenderung sulit mendapat tekanan. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menggunakan cara yang kompromi untuk mendidik anak agresif, misalnya saja dengan lebih banyak berdialog, melarang halus disertai alasan, namun tetap terkesan tegas.

Metode itu tampak lebih efektif ketimbang menggunakan cara kekerasan fisik (menghukum dengan pukulan, sentilan, atau cubitan) yang hanya akan membuatnya trauma. Jika setiap orang tua mampu mengembangkan perilaku anak-anaknya dengan cara yang tepat, maka kelak akan muncul generasi penuh kreasi.

Cara dan Tips Mengatasi Anak Hiperaktif

Setelah sebelumnya membahas mengenai bagaimana cara mengatasi anak agresif, selanjutnya kami akan mengajak anda untuk mengatasi masalah dengan beberapa tips mengatasi anak yang hiperaktif. Hiperaktif adalah perilaku di mana seseorang melakukan aktivitas yang berlebihan. Karena demikian, maka metabolisme di dalam tubuh terjadi dengan cepat.

Mengurus anak hiperaktif tentunya akan sangat melelahkan dan tidak mudah. Tips di bawah ini dapat menolong Anda dalam menghadapi anak-anak yang hiperaktif.

  • Buatlah peraturan, konsekuensi, dan batasan yang jelas di rumah

Jika perlu, Anda dapat menuliskannya dan menempelkannya di bagian ruangan rumah tertentu, agar semua anggota keluarga dapat melihat dan mematuhinya. Setelah itu, Anda perlu mensosialisasikannya dengan mereka. Pastikan sosialisasi dilakukan oleh Anda sendiri, dan dilakukan dengan kontak mata.

  • Buatlah Rutinitas dan Jadwal Anak

Menurut sebuah website kesehatan, dengan membuat jadwal anak dan melakukan rutinitas dapat membantu anak-anak yang hiperaktif.

Bingung dengan pernyataan diatas, sebenarnya menjadwalkan apa yang harus dilakukan oleh sang anak dengan pasti tidaklah salah, hal ini sangat tepat dilakukan oleh orang tua jika memiliki anak umur lima tahun.

Dengan membuat jadwal yang pasti untuk anak, seperti kapan waktunya bermain, kapan waktunya tidur dan kapan waktunya belajar, akan membantu orang tua untuk mendidik anak mereka disiplin dan tepat waktu sehingga ketika anak telah menjadi dewasa nanti, ia akan sangat menghargai waktu.

Sebaliknya, jika orang tua hanya mengikuti kehendak anak tanpa mengajarkan kepada anak untuk disiplin, bukan tidak mungkin suatu saat nanti sang anak tidak terlalu menghargai waktu.

Maka dari itu, jika anda orang tua membuat jadwal yang pasti untuk anak dalam melakukan aktivitasnya tidaklah salah. Namun, ada hal yang perlu diingat, jika anda melakukan penjadwalan tentang apa yang akan dilakukan anak, jangan gunakan amarah tapi gunakanlah kesabaran dan kelembutan kata-kata yang ekstra.

Anak pada dasarnya sangat baik untuk menerima segala informasi atau pengetahuan dari lingkungan sekitar, misalnya nanti ketika anda menjadwalkan kegiatan anak anda, tapi sang anak tidak mau menurutinya, ajaklah ia bermain dan bercanda bersama, disela-sela bermain berikan gambaran kepada sang anak tentang baiknya menghargai waktu dan mempunyai jadwal tentang apa yang akan dilakukan.

Bagi anda yang masih bingung bagaimana cara menjadwalkan kegiatan anak. Berikut akan kami jelaskan beberapa tips yang efektif dalam menjadwalkan kegiatan anak anda.

Baca juga: Cara Mudah Memilih Nama Untuk Bayi yang Bagus dan Sesuai

Ketahui seluruh kebiasaan anak anda

Point ini adalah hal yang sangat penting, tentunya orang tua harus sudah tau pasti tentang apa yang selalu dilakukan anak mereka. Pada point ini diharapkan pada orang tua mampu membuat jadwal yang bisa dilakukan oleh sang anak.

Misalnya sang anak sangat senang bermain, maka jika kita menjadwalkan sang anak harus belajar, maka ada baiknya anda melakukan aktivitas bermain sambil belajar.

Buat jadwal semenarik mungkin

Point ini membahas tentang bentuk list dari jadwal yang anda buat, misalnya anda menuliskan list jadwal anda diatas kertas yang berbentuk boneka atau karakter kartun yang disukai anak anda. Maka dengan sendirinya sang anak akan mengikuti jadwal tersebut secara sungguh-sungguh.

  • Gunakan waktu luang Anda melakukan aktivitas bersama buah hati Anda

Hal ini dapat dilakukan dengan berjalan-jalan di taman, membaca buku cerita bersama, bermain bersama, dan sebagainya. Aktivitas ini dapat mengembangkan hubungan anda bersama buah hati Anda yang hiperaktif. Dengan begitu, mereka akan bersikap dan melakukan aktivitas secara natural bersama dengan Anda dengan tidak berlebihan.

Anak-anak yang hiperaktif sangat dipengaruhi oleh energi yang berlebih di dalam tubuh mereka. Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk fokus terhadap sesuatu. Untuk dapat menyalurkan energi tersebut, Anda dapat membantu dengan melakukan beberapa aktivitas olahraga. Misalnya lari, bermain basket, dan sebagainya.

Disamping membantu menyalurkan energi, dengan melakukan aktivitas olahraga dapat membantu dalam mengelola moodnya.

Bila buah hati Anda melakukan suatu kesalahan dan hendak dihukum, hendaknya hukuman tersebut tidak berupa batasan dalam melakukan aktivitas olahraga. Karena besarnya energi kinetik yang dimiliki oleh mereka, maka pembatasan atas kegiatan tersebut justru akan berakibat kurang baik bagi mereka.

Anak-anak umumnya senang mencari perhatian dari orang tua lewat hal-hal yang dilakukannya. Namun anak-anak yang hiperaktif justru lebih sering mendapat perhatian dari aktivitas-aktivitas buruk yang dilakukannya. Dengan begitu, Anda perlu merubah pola Anda dalam memberikan perhatian kepada buah hati Anda dengan cara yang lebih positif.

Tips Mengajari Anak Agresif dan Hiperaktif untuk Kreatif

Tips Mengajari Anak Agresif dan Hiperaktif untuk Kreatif

Source: pixabay.com

Dalam mendidik anak anda, anda perlu melakukan aktivitas anak yang berguna agar anda mampu membantunya dalam proses perkembangan kreatifitas balita. Dengan melakukan aktivitas balita yang baik, anda juga mendapat kesempatan dalam membantu anak anda untuk mengoptimalkan kecerdasan anak.

Jika anda tahu proses mendidik balita dengan baik, anda akan membantu anak anda dalam meningkatkan kualitas kemampuannya dan anda akan mampu melakukan hal baik untuknya.

  • Berikan Media Pada Anak

Untuk melakukan aktivitas balita seperti anak belajar membaca, ada beberapa hal yang perlu anda siapkan untuk meningkatkan kreatifitas balita seperti kertas, buku dan spidol. Dengan dua benda ini, berikan anak anda kebebasan dalam melakukan apapun. Anda akan lihat bahwa dia akan berkreasi dengan dua benda itu, baik melalui gambar ataupun tulisan.

  • Berikan Komentar yang Baik

Hal ini dipercaya sebagai cara yang baik dalam meningkatkan kecerdasan balita anda. Ketika anak anda mulai belajar mewarnai, anda tidak boleh memberikan komentar yang kurang bijaksana padanya karena hal ini akan membuatnya tidak bisa meningkatkan kualitas kreatifitas balita dalam hal apapun.

Contoh pendapat yang akan menurunkan rasa kreatif anak anda adalah ketika anda memberi komentar yang menyalahkan ketika dia mewarnai daun dengan warna kuning. Anda perlu membiarkan dia berkreasi dan anda juga hanya perlu menuntunnya dengan baik.

Jika anda memikirkan penggunaan ebook mendidik anak untuk anak anda, anda harus membaca informasinya dengan baik dan pelajari dengan baik. Kehadiran ebook mendidik balita bagi sebagian orang adalah petunjuk yang baik karena panduan ini akan membantu anda dalam mendidik anak anda.

  • Ciptakan Suasana Santai

Jika anda mampu membantu anak dalam melakukan aktivitas anak yang baik, anda akan membantunya dalam meningkatkan kreatifitas balita dan kecerdasan balita anda serta dapat mengatasi kenakalan balita.

Dalam melakukan aktivitas balita untuk meningkatkan kecerdasan anak, anda harus bisa menciptakan suasana yang santai agar si anak bisa belajar dengan baik dan bisa menikmati proses belajar itu.

Selain itu, anda tidak boleh memberikan komentar yang tidak baik atau menghukumnya jika dia membuat kesalahan. Dalam meningkatkan kecerdasan anak, anda hanya perlu membimbing tanpa perlu untuk menghukumnya karena dia akan takut untuk belajar.

Itulah informasi mengenai tips dan cara mengatasi anak agresif dan hiperaktif agar menjadi anak yang kreatif. Semoga bermanfaat, terimakasih.

About alvindayu 13 Articles
Hallo, Saya Dyah Ayu Alvinda. Seorang perempuan lemah dengan tubuh mungil yang tidak terlalu tinggi, peremuan yang juga biasa-biasa saja tetapi selalu ingin menjadi yang terbaik untuk semua orang. Gemar membaca dan menulis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*