Sebutan Salat Tarawih: Ragam Nama dan Maknanya

Sebutan untuk salat tarawih adalah – Menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah, umat Muslim tak sabar menunaikan ibadah salat tarawih. Salat sunah yang hanya dikerjakan di bulan Ramadan ini ternyata memiliki beragam sebutan, lho. Yuk, kita cari tahu!

Salat tarawih merupakan salat sunah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Salat ini memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah pengampunan dosa.

Pengertian Salat Tarawih

Tarawih

Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. Salat ini dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum salat Witir, dengan jumlah rakaat yang bervariasi antara 8 hingga 20 rakaat.

Pelaksanaan salat Tarawih berawal dari zaman Khalifah Umar bin Khattab, yang menyatukan salat sunnah yang sebelumnya dilakukan secara individu menjadi berjamaah. Sejak saat itu, salat Tarawih menjadi salah satu tradisi penting selama bulan Ramadan.

Keutamaan Salat Tarawih

Salat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Mendapatkan pahala yang besar, setara dengan pahala haji dan umrah.
  • Menjadi sarana untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Memberikan ketenangan dan ketenteraman hati.
  • Menjadi penghapus dosa-dosa kecil.

Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Jumlah rakaat salat Tarawih bervariasi tergantung pada daerah dan tradisi yang berlaku. Namun, secara umum, salat Tarawih dilaksanakan dengan jumlah rakaat sebagai berikut:

  • 8 rakaat
  • 12 rakaat
  • 20 rakaat

Setiap rakaat salat Tarawih terdiri dari dua gerakan, yaitu berdiri (qiyam) dan ruku’. Setelah selesai melakukan gerakan tersebut, dilanjutkan dengan dua kali sujud (sujud) dan salam.

Tata Cara Salat Tarawih

Tata cara salat Tarawih secara umum sama dengan tata cara salat sunnah lainnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan, yaitu:

  • Niat salat Tarawih dilakukan pada rakaat pertama.
  • Membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek pada setiap rakaat.
  • Membaca doa qunut pada rakaat terakhir.

Nama-Nama Lain Salat Tarawih

Sebutan untuk salat tarawih adalah

Salat tarawih, ibadah sunah yang dilakukan selama bulan Ramadan, memiliki beragam sebutan lain yang kaya akan makna dan sejarah.

Berikut adalah beberapa nama lain salat tarawih beserta asal-usul dan artinya:

Qiyam Ramadhan

Qiyam Ramadhan berarti “berdiri di bulan Ramadan”. Nama ini mengacu pada salah satu karakteristik utama salat tarawih, yaitu dilakukan dengan berdiri.

Salat Al-Layl

Salat Al-Layl berarti “salat malam”. Nama ini menggambarkan waktu pelaksanaan salat tarawih, yaitu pada malam hari selama bulan Ramadan.

Salat Tarawih

Salat Tarawih berasal dari kata “tarwihah” yang berarti “istirahat”. Nama ini menggambarkan bahwa salat tarawih dilakukan dengan banyak istirahat, di mana jamaah dapat duduk atau berbaring di antara setiap rakaat.

Salat Al-Qadr

Salat Al-Qadr berarti “salat kemuliaan”. Nama ini mengacu pada malam Lailatul Qadr, malam yang diyakini sebagai malam turunnya Al-Qur’an. Salat tarawih dianggap sebagai bagian dari ibadah pada malam Lailatul Qadr.

Salat At-Tahajjud

Salat At-Tahajjud berarti “salat malam yang dilakukan setelah tidur”. Nama ini mengacu pada waktu pelaksanaan salat tarawih yang biasanya dilakukan setelah jamaah tidur sejenak.

Hukum Salat Tarawih: Sebutan Untuk Salat Tarawih Adalah

Taraweeh namaz

Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Hukum salat Tarawih menurut mayoritas ulama adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Perbedaan Pendapat tentang Jumlah Rakaat

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat salat Tarawih. Mayoritas ulama, termasuk Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, berpendapat bahwa jumlah rakaat salat Tarawih adalah 20 rakaat, yang dikerjakan dalam 10 salam.

Namun, Imam Hanafi berpendapat bahwa jumlah rakaat salat Tarawih adalah 8 rakaat, yang dikerjakan dalam 4 salam. Pendapat ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat Tarawih sebanyak 8 rakaat.

Waktu Pelaksanaan Salat Tarawih

Salat Tarawih dilaksanakan pada malam hari setelah salat Isya hingga menjelang waktu subuh. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat Tarawih adalah setelah salat Isya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Namun, jika seseorang tidak sempat melaksanakan salat Tarawih setelah salat Isya, maka masih diperbolehkan untuk melaksanakannya pada waktu yang lebih akhir, bahkan hingga menjelang waktu subuh.

Tata Cara Salat Tarawih

Prayers tarawih

Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Salat ini dilakukan pada malam hari setelah salat Isya dan memiliki keutamaan yang besar.

Niat Salat Tarawih

Niat salat Tarawih adalah sebagai berikut:

Ushalli sunnatan tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Jumlah rakaat salat Tarawih adalah 8 atau 20 rakaat, tergantung pada kebiasaan yang berlaku di daerah masing-masing.

Bacaan Salat Tarawih

Bacaan salat Tarawih sama dengan bacaan salat sunnah lainnya, yaitu:

  • Rakaat pertama: Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas
  • Rakaat kedua: Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Falaq

Bacaan ini diulang pada setiap rakaat.

Doa Setelah Salat Tarawih

Setelah selesai salat Tarawih, disunnahkan membaca doa berikut:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.”

Keutamaan Salat Tarawih

Taraweeh dua after ramadan rakats

Salat tarawih adalah ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan pada bulan Ramadan. Selain menjadi amalan yang bernilai pahala, salat tarawih juga memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

Pengampunan Dosa

Salat tarawih dapat menjadi sarana pengampunan dosa bagi umat Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan salat, sambil penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pahala yang Berlipat Ganda

Pahala salat tarawih sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa salat pada malam Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Peningkatan Derajat di Sisi Allah

Salat tarawih dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa salat tarawih sampai akhir bulan Ramadan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang salat sepanjang tahun.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Keimanan, Sebutan untuk salat tarawih adalah

Salat tarawih juga dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan. Salat yang dilakukan pada malam hari memiliki kekhusyukan yang lebih tinggi, sehingga dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Ringkasan Penutup

Sebutan untuk salat tarawih adalah

Dengan mengetahui beragam sebutan salat tarawih, kita dapat semakin memahami kekayaan khazanah Islam. Semoga ibadah salat tarawih kita di bulan Ramadan ini diterima Allah SWT dan membawa banyak keberkahan.

Leave a Comment