Memahami Arti Tarwih: Ibadah Sunnah Penuh Keutamaan

Arti tarwih – Di bulan Ramadan yang suci, umat Islam melaksanakan berbagai ibadah sunnah untuk meraih pahala berlipat, salah satunya adalah tarwih. Ibadah yang dilakukan pada malam hari ini memiliki makna mendalam dan sejarah panjang yang menarik untuk diulas.

Kata “tarwih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “istirahat”. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya, jemaah beristirahat sejenak di sela-sela rakaat untuk memulihkan tenaga.

Arti Tarwih Secara Umum

Arti tarwih

Tarwih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah salat Isya hingga menjelang waktu Subuh, dengan jumlah rakaat yang bervariasi antara 8 hingga 20 rakaat.

Istilah “tarwih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “istirahat”. Ibadah ini dinamakan tarwih karena di antara setiap dua rakaat, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak.

Asal Usul dan Sejarah Tarwih

Asal usul tarwih tidak diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini. Salah satu pendapat yang banyak dianut adalah bahwa tarwih pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, Umar melihat jamaah beribadah pada malam-malam Ramadan dengan cara yang berbeda-beda.

Untuk menyatukan cara ibadah tersebut, Umar menyarankan agar jamaah salat berjamaah dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, dan di antara setiap dua rakaat beristirahat sejenak. Sejak saat itu, tarwih menjadi ibadah sunnah yang dilakukan secara berjamaah pada malam-malam Ramadan.

Hukum dan Ketentuan Tarwih

Arti tarwih

Tarwih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki hukum dan ketentuan yang perlu dipahami oleh umat Islam agar dapat melaksanakannya dengan benar.

Rukun Tarwih

Rukun tarwih terdiri dari:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Salam

Syarat Sah Tarwih

Syarat sah tarwih adalah:

  • Dikerjakan pada malam bulan Ramadan
  • Dikerjakan berjamaah
  • Dikerjakan secara berurutan
  • Dimamumi oleh imam

Jumlah Rakaat Tarwih

Jumlah rakaat tarwih masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa jumlah rakaat tarwih adalah 8 rakaat, ada juga yang berpendapat 20 rakaat, dan ada juga yang berpendapat 36 rakaat.

Tata Cara Melaksanakan Tarwih

Tarawih prayer

Tarwih merupakan ibadah salat sunnah yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan. Pelaksanaan tarwih memiliki tata cara khusus yang perlu dipahami oleh umat Muslim.

Niat Salat Tarwih

“Ushalli sunnatal tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala.”Artinya: “Aku niat salat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Rakaat dan Jumlahnya

  • Tarwih dilaksanakan dalam 8 rakaat, masing-masing dua rakaat dengan satu salam.
  • Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarwih, namun yang paling umum adalah 8 rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan, Arti tarwih

  1. Niat salat tarwih.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca surah Al-Fatihah dan surat pendek.
  4. Ruku.
  5. I’tidal.
  6. Sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud yang kedua.
  9. Duduk istirahat.
  10. Rakaat kedua dikerjakan dengan gerakan yang sama.
  11. Salam.

Perbedaan Tarwih dan Witir

  • Tarwih merupakan salat sunnah yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan, sedangkan witir adalah salat sunnah yang dilaksanakan setelah salat Isya pada bulan Ramadan.
  • Tarwih dilaksanakan dalam rakaat genap (8 rakaat), sedangkan witir dilaksanakan dalam rakaat ganjil (1 atau 3 rakaat).

Keutamaan dan Manfaat Tarwih: Arti Tarwih

Arti tarwih

Tarwih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadan. Pelaksanaan tarwih membawa banyak keutamaan dan manfaat, baik bagi keimanan maupun ketakwaan.

Hikmah dan Pelajaran dari Tarwih

Hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari pelaksanaan tarwih antara lain:

  • Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Menambah pahala dan keberkahan di bulan Ramadan.
  • Mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar sesama umat Islam.
  • Mengajarkan kesabaran dan keikhlasan dalam beribadah.
  • Melatih diri untuk bangun malam dan mengisi waktu dengan ibadah.

Pengaruh Tarwih Terhadap Keimanan dan Ketakwaan

Pelaksanaan tarwih memberikan pengaruh positif terhadap keimanan dan ketakwaan seseorang, yaitu:

  • Meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
  • Memupuk rasa takut dan harap kepada Allah SWT.
  • Menumbuhkan semangat untuk terus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Membantu mempersiapkan diri untuk menghadapi malam Lailatul Qadar.
  • Menjadi pengingat akan pentingnya menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tarwih

Arti tarwih

Tarwih, ibadah sunnah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan, menjadi momen khusyuk dan penuh berkah bagi umat Muslim. Agar ibadah tarwih berjalan lancar dan penuh makna, penting untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

Tata Cara Pelaksanaan, Arti tarwih

  • Tarwih dilaksanakan setelah salat Isya, minimal dua rakaat.
  • Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.
  • Dianjurkan membaca surah-surah panjang pada rakaat pertama dan surah-surah pendek pada rakaat kedua.
  • Shalat tarwih bisa dilakukan secara berjamaah atau sendiri.

Menjaga Kekhusyukan

Kekhusyukan merupakan kunci utama dalam beribadah. Saat tarwih, usahakan untuk:

  • Fokus pada bacaan salat dan zikir.
  • Menghindari gangguan dari luar, seperti suara bising atau gawai.
  • Menghadirkan hati dan pikiran dalam setiap gerakan salat.
  • Menjaga kebersihan dan kesucian diri.

Etika dan Adab

Dalam beribadah tarwih, penting untuk menjaga etika dan adab, antara lain:

  • Datang ke masjid dengan tertib dan tidak berdesak-desakan.
  • Menjaga ketenangan dan tidak mengobrol selama salat.
  • Menghormati orang lain yang sedang beribadah.
  • Tidak memaksakan diri jika sedang sakit atau lelah.

Ringkasan Terakhir

Arti tarwih

Melaksanakan tarwih menjadi bukti cinta dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. Dengan memahami arti dan keutamaannya, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

Leave a Comment