Ijab Qobul Zakat: Pengertian, Tata Cara, dan Ketentuan Hukum

Dalam kewajiban keagamaan umat Islam, ijab qobul zakat memegang peranan penting. Proses ini merupakan pengucapan pernyataan penyerahan dan penerimaan zakat yang dilakukan antara muzaki (pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat). Melalui ijab qobul zakat, harta yang wajib dizakatkan disalurkan secara sah dan tepat sasaran.

Ijab qobul zakat memiliki tata cara dan ketentuan hukum yang harus dipenuhi agar zakat yang ditunaikan sah. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang ijab qobul zakat, mulai dari pengertian hingga ketentuan hukumnya.

Definisi Ijab Qobul Zakat

Dalam proses penunaian zakat, ijab qobul memegang peranan penting. Ijab qobul zakat adalah proses pengucapan secara lisan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pemberi zakat (muzakki) dan penerima zakat (mustahik).

Rukun ijab qobul zakat meliputi:

  • Sighat ijab (pernyataan penyerahan zakat) dari muzakki.
  • Sighat qobul (pernyataan penerimaan zakat) dari mustahik.

Sedangkan syarat sah ijab qobul zakat antara lain:

  • Kedua belah pihak memiliki kecakapan hukum.
  • Tidak ada unsur paksaan atau penipuan.
  • Zakat yang diserahkan memenuhi syarat.
  • Penyerahan dan penerimaan zakat dilakukan secara langsung atau melalui wakil.

Tata Cara Ijab Qobul Zakat

Ijab qobul merupakan bagian penting dalam proses penyaluran zakat. Berikut adalah panduan langkah demi langkah mengenai tata cara ijab qobul zakat:

Ijab (Penyerahan Zakat)

  • Muzakki (pemberi zakat) menyatakan kehendaknya untuk menyerahkan zakat kepada mustahik (penerima zakat).
  • Pernyataan ijab dapat diucapkan secara lisan atau tertulis.
  • Jika lisan, muzakki cukup mengucapkan, “Saya menyerahkan zakat saya kepada Anda.”
  • Jika tertulis, muzakki dapat membuat surat pernyataan yang menyatakan penyerahan zakat.

Qobul (Penerimaan Zakat)

  • Mustahik menyatakan menerima zakat dari muzakki.
  • Pernyataan qobul juga dapat diucapkan secara lisan atau tertulis.
  • Jika lisan, mustahik cukup mengucapkan, “Saya menerima zakat Anda.”
  • Jika tertulis, mustahik dapat membuat surat pernyataan yang menyatakan penerimaan zakat.

Perbedaan Ijab Qobul Lisan dan Tulisan

Perbedaan utama antara ijab qobul lisan dan tulisan terletak pada bentuk penyampaiannya. Ijab qobul lisan disampaikan secara langsung melalui ucapan, sedangkan ijab qobul tulisan disampaikan melalui surat atau dokumen tertulis.

Kedua bentuk ijab qobul tersebut memiliki kekuatan hukum yang sama. Namun, ijab qobul tulisan lebih disarankan karena dapat menjadi bukti tertulis yang dapat disimpan sebagai arsip.

Jenis-Jenis Ijab Qobul Zakat

Ijab qobul zakat merupakan akad penyerahan dan penerimaan zakat yang sah secara hukum Islam. Terdapat beberapa jenis ijab qobul zakat berdasarkan bentuknya.

Jenis-jenis ijab qobul zakat tersebut meliputi:

Ijab Qobul Ibra’

Ijab qobul ibra’ adalah jenis ijab qobul zakat yang dilakukan dengan cara pembebasan utang oleh pihak pemberi zakat (muzaki) kepada pihak penerima zakat (mustahik).

Ijab Qobul Muqabalah

Ijab qobul muqabalah adalah jenis ijab qobul zakat yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang atau jasa antara muzaki dan mustahik.

Ijab Qobul Lainnya

Selain ijab qobul ibra’ dan muqabalah, terdapat pula jenis ijab qobul zakat lainnya, seperti:

  • Ijab qobul hibah, yaitu pemberian zakat secara cuma-cuma dari muzaki kepada mustahik.
  • Ijab qobul wasiat, yaitu pemberian zakat melalui wasiat yang dibuat oleh muzaki sebelum meninggal dunia.

Ketentuan Hukum Ijab Qobul Zakat

Ijab qobul zakat adalah proses penting dalam penyaluran zakat. Proses ini memiliki ketentuan hukum yang perlu dipahami agar pelaksanaannya sesuai syariat Islam.

Ketentuan hukum ijab qobul zakat didasarkan pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama. Berikut adalah beberapa ketentuan yang perlu diketahui:

Syarat Ijab Qobul Zakat

  • Muzzaki(pemberi zakat) harus mengucapkan kalimat ijab dengan jelas dan tegas.
  • Mustahik(penerima zakat) harus mengucapkan kalimat qobul dengan jelas dan tegas.
  • Ijab dan qobul harus diucapkan secara langsung atau melalui perantara yang dipercaya.
  • Ijab dan qobul harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam, yaitu muzzaki menyerahkan zakat kepada mustahik yang berhak.

Konsekuensi Hukum Jika Ijab Qobul Zakat Tidak Memenuhi Syarat

Jika ijab qobul zakat tidak memenuhi syarat, maka penyaluran zakat tersebut dianggap tidak sah. Artinya, muzzaki belum dianggap menunaikan kewajiban zakatnya, dan mustahik tidak berhak menerima zakat tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, muzzaki wajib mengulangi proses ijab qobul zakat dengan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

Contoh Ijab Qobul Zakat

Ijab qobul zakat adalah proses serah terima zakat dari pemberi (muzakki) kepada penerima (mustahik). Berikut ini beberapa contoh ijab qobul zakat yang benar:

Ijab

  • Saya menyerahkan zakat saya sebesar Rp. 100.000 kepada Bapak/Ibu untuk dikelola dan disalurkan kepada yang berhak.
  • Dengan ini saya niatkan untuk menunaikan zakat mal saya sebesar Rp. 500.000 kepada kaum dhuafa.
  • Saya wakafkan zakat saya untuk pembangunan masjid sebesar Rp. 250.000.

Qobul

  • Saya terima zakat Bapak/Ibu sebesar Rp. 100.000, semoga Allah membalas kebaikan Bapak/Ibu.
  • Saya terima zakat Bapak/Ibu sebesar Rp. 500.000, semoga Allah memudahkan rezeki Bapak/Ibu.
  • Saya terima wakaf Bapak/Ibu sebesar Rp. 250.000, semoga Allah menjadikan amal ibadah Bapak/Ibu.

Penutup

Dengan memahami ijab qobul zakat, kita dapat memastikan bahwa kewajiban keagamaan kita terpenuhi dengan benar. Proses ini menjadi jembatan yang menghubungkan muzaki dengan mustahiq, sehingga zakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat.

Leave a Comment