Tawaf Ifadah: Rukun, Tata Cara, dan Hikmahnya

Tawaf ifadah termasuk – Dalam rangkaian ibadah haji, tawaf ifadah memegang peranan penting. Rukun haji ini merupakan pengejawantahan ketaatan dan cinta kepada Allah SWT, sekaligus memiliki hikmah dan manfaat spiritual yang mendalam.

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang tawaf ifadah, mulai dari rukun, tata cara, syarat dan ketentuan, hikmah, hingga perbedaannya dengan jenis tawaf lainnya. Mari kita simak bersama.

Rukun Tawaf Ifadah

Tawaf ka bah going around kabah di kaaba hajj umrah remember important things zam last

Tawaf Ifadah merupakan salah satu rukun terpenting dalam ibadah haji. Pelaksanaan tawaf ini memiliki aturan dan tata cara khusus yang wajib diikuti oleh para jamaah.

Rukun Tawaf Ifadah

  1. Niat
  2. Thawaf sebanyak tujuh putaran
  3. Mulai dari Hajar Aswad
  4. Istirahat di Multazam
  5. Sa’i
  6. Tahallul

Niat

Niat tawaf ifadah diucapkan dalam hati sebelum memulai tawaf. Niat ini bertujuan untuk mengkhususkan ibadah tawaf yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Thawaf sebanyak tujuh putaran

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.

Mulai dari Hajar Aswad

Setiap putaran tawaf dimulai dengan menyentuh atau mencium Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan, jamaah dapat menunjuk ke arah Hajar Aswad.

Istirahat di Multazam

Setelah menyelesaikan tiga putaran pertama, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak di Multazam, yaitu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Sa’i

Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah melakukan sa’i, yaitu berjalan sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa.

Tahallul

Setelah menyelesaikan sa’i, jamaah melakukan tahallul, yaitu mencukur atau menggunting rambut. Dengan tahallul, jamaah telah menyelesaikan ibadah haji dan diperbolehkan mengenakan pakaian biasa.

Tata Cara Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji. Pelaksanaan tawaf ifadah memiliki tata cara khusus yang perlu dipahami dan diikuti agar ibadah haji menjadi sah.

Urutan Putaran Tawaf

  • Putaran pertama: Dimulai dari Hajar Aswad, berjalan berlawanan arah jarum jam.
  • Putaran kedua hingga ketujuh: Berjalan terus berlawanan arah jarum jam, tanpa berhenti.

Doa yang Diucapkan

  • Saat memulai tawaf: “Bismillahi Allahu Akbar” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar).
  • Saat berada di samping Hajar Aswad: “Allahumma inni a’udzu bika minasy syaiithaanir rajiim” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk).
  • Saat melewati Rukun Yamani: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik).
  • Saat berada di belakang Maqam Ibrahim: “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

  • Berwudhu sebelum memulai tawaf.
  • Mengenakan ihram yang menutup aurat.
  • Menjaga ketertiban dan tidak berdesak-desakan.
  • Tidak membawa barang bawaan yang berlebihan.
  • Menjaga kebersihan dan kesucian Masjidil Haram.

Hikmah Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah termasuk

Tawaf ifadah, salah satu rukun haji yang wajib dilakukan, menyimpan banyak hikmah dan manfaat spiritual bagi umat Muslim. Kegiatan mengelilingi Ka’bah ini tidak hanya menjadi ibadah fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memperkuat keimanan dan hubungan dengan Allah SWT.

Menanamkan Kesetaraan

Tawaf ifadah menanamkan kesetaraan di antara umat Islam. Tidak peduli status sosial, kekayaan, atau ras, semua orang berdiri sejajar di hadapan Ka’bah, melakukan ibadah yang sama. Hal ini memperkuat rasa persaudaraan dan menghilangkan perbedaan duniawi.

Menunjukkan Ketaatan

Setiap putaran tawaf merupakan simbol ketaatan kepada Allah SWT. Dengan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam, umat Muslim menunjukkan kerendahan hati dan pengabdian mereka. Tawaf mengajarkan untuk mengutamakan Allah dalam segala hal dan mengikuti perintah-Nya.

Memperbarui Niat

Tawaf ifadah menjadi kesempatan untuk memperbarui niat dan tujuan hidup. Saat mengelilingi Ka’bah, umat Muslim merenungkan dosa-dosa mereka dan memohon ampunan. Tawaf juga menjadi pengingat akan tujuan hidup, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan menjadi hamba-Nya yang saleh.

Mendapatkan Rahmat dan Berkah, Tawaf ifadah termasuk

Ka’bah diyakini sebagai tempat di mana doa dikabulkan. Tawaf ifadah menjadi sarana untuk memohon rahmat dan berkah dari Allah SWT. Setiap langkah yang diambil selama tawaf berpotensi membawa pahala dan ampunan.

Menguatkan Iman

Dengan menyaksikan kemegahan Ka’bah dan merasakan kehadiran umat Muslim lainnya, tawaf ifadah memperkuat iman umat Muslim. Mereka menyadari kebesaran Allah dan merasakan ketenangan dan kedamaian di tempat suci tersebut.

Meningkatkan Kesabaran

Tawaf ifadah dapat menjadi ujian kesabaran, terutama saat terjadi keramaian. Namun, pengalaman ini mengajarkan umat Muslim untuk bersabar dan mengendalikan emosi mereka. Tawaf menjadi latihan spiritual untuk memperkuat ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup.

Perbedaan Tawaf Ifadah dan Tawaf Lainnya

Tawaf ifadah termasuk

Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan. Berbeda dengan jenis tawaf lainnya, seperti tawaf qudum dan tawaf sunnah, tawaf ifadah memiliki karakteristik khusus dalam hal waktu pelaksanaan, jumlah putaran, dan doa yang diucapkan.

Perbedaan utama antara tawaf ifadah dan tawaf lainnya terletak pada waktu pelaksanaannya. Tawaf ifadah dilakukan setelah menyelesaikan wukuf di Arafah pada hari Idul Adha, sedangkan tawaf qudum dilakukan saat memasuki Mekkah untuk memulai ibadah haji dan tawaf sunnah dapat dilakukan kapan saja.

Selain waktu pelaksanaan, perbedaan lainnya terletak pada jumlah putaran. Tawaf ifadah terdiri dari tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, sementara tawaf qudum dan tawaf sunnah hanya dua putaran.

Perbedaan terakhir terletak pada doa yang diucapkan selama tawaf. Pada tawaf ifadah, doa yang diucapkan adalah doa khusus yang telah ditetapkan, sedangkan pada tawaf qudum dan tawaf sunnah, doa yang diucapkan bersifat umum dan dapat bervariasi.

Tawaf ifadah memiliki signifikansi yang sangat penting dalam ibadah haji. Pelaksanaan tawaf ifadah merupakan bentuk pemenuhan rukun haji dan menjadi salah satu syarat sahnya ibadah haji.

Ringkasan Penutup: Tawaf Ifadah Termasuk

Melaksanakan tawaf ifadah dengan benar akan menyempurnakan ibadah haji kita. Dengan memahami rukun, tata cara, syarat, dan hikmahnya, kita dapat memaksimalkan manfaat spiritual dari ibadah ini. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan mabrur dan penuh keberkahan.

Leave a Comment